Senin, 05 Januari 2015

555

Aku bukan lagi perempuan cengeng, walaupun terkadang pipiku masih terasa basah. Terimakasih ya Allah telah menggantikan kesesakan yang sudah aku lewati dengan hari - hari yang lebih indah bahkan sangat indah. Aku tahu engkau memang menyimpan rahasia indah di balik sesak yang telah kurasakan.

Tepat hari ini (05/01/15) adalah hari ke-555 hari aku mewarnai hidupku dengan dia. Maaf, tapi tulisan ini masih tentang orang yang sama, yang pernah banyak kuceritakan di postingan sebelumnya. Ya, aku coba menghitung hari yang sudah aku lewati dengannya selama ini, kurang lebih insyaALLAH 555 hari. Sebenarnya aku dengannya tidak mempunyai tanggal pasti kapan kita bersama - sama apalagi tanggal favorite yang sering dijadikan tanggal "spesial" oleh pasangan lainnya. Jangan berpikir kalau aku menghitungnya setiap hari. Sungguh sangat tak terasa bahwa aku dengannya telah melewati setiap detik dengan berbagai rasa. Manis, kadang pahit pernah juga terasa asam.

 Mungkin dipostingan sebelumnya aku pernah mengatakan bahwa aku lelah, sesak, dan semua yang pernah membuat mataku menangis. Aku dulu menangis, berteriak, bahkan marah kepada penciptaku sendiri mengapa semua ini terjadi padaku? kembali. Dulu. Aku bukan berlebihan ataupun sombong, bukan juga bersenang - senang di atas segalanya tapi, aku hanya ingin bersyukur, berterimakasih, dan segala hal yang tidak bisa aku ungkapkan satu persatu. Aku bahagia, bahagia karena aku dengannya telah saling menjaga. Menjaga cinta, kasih sayang, dan segala perhatian yang telah tercipta. Sekarang, aku sudah siap untuk kejutan berikutnya dariMu ya ALLAH. Pertengkaran, kerinduan, kebahagiaan, sudah  kusiapkan mental yang besar untuk menyambut mereka satu persatu.

Sayaang. Terimakasih juga untuk segala rasa kasih dan sayang serta cinta dan kehangatan teruntuk juga kenyamanan. Jadilah selalu penopang kebahagiaan dan dukaku. Akupun begitu, cinta yang kupersembahkan ini akan selalu menjadi kehangatan di siang dan malammu.

 Dari gadismu yang terkasih..














































Jumat, 31 Januari 2014

Cinta Sehari :)

Sebulan sudah aku bercengkrama menatap keluar jendela, hanya ingin melihat sosok perempuan anggun yang telah jarang menyapaku…

Dari sudut kelas, selalu ku panjatkan doa untuk wanita pujaanku. Bukan hanya diriku yang mengagumi paras cantiknya, seantero sekolah ini menganguminya. Bak bulan purnama yang paling terang. Aku heran. Kenapa aku juga ketularan penyakit kaum laki - laki yang mengagumi perempuan itu. Bahkan, dulu pertama kali aku melihatnya sampai mengenalnya tidak terdapat kesan spesial dari perempuan itu. Tapi, sejak itu aku sadar. Memang dia mempunyai daya tarik yang membuat anak laki - laki disekolah ini mengaguminya.

Aku yang bisa di bilang cowok pemalu di depan cewek, tapi ternyata tidak di depan cewek yang satu ini. Dia membuatku berani dan aku juga berani memberanikan diriku mengajaknya keluar meskipun telah di tolak berulang kali. Namanya juga perjuangan, perjuangan cinta pertamaku.

Nama ku Rangga, tapi temen – temenku lebih suka memanggilku gaga. Udah kayak merk mie aja mereka memanggil diriku. Tapi mungkin dengan nama itulah aku disayangi banyak orang. hehee

Februari awal..

Aku berniat mengajaknya makan diluar. Setelah sempat ditolak tapi, aku tidak akan menyerah. Sampai dia menerima ajakan makanku. Malam ini tanggal 4 Februari jam 6 sore. Aku telah merangkai kata - kata di ponselku dan siap ku kirim ke kontak yang ku beri nama “Angel”.

“Selamat sore njel, gimana tawaranku yg smalem? Bisa? Please yaahh… :)) “

"Sore„ duhhh sorry sorry. Aku lupa kalo km kmaren ngjakin kluar. Aku ada les skarang. Besok deh, janji".

"Ooo…iyasud gpp kk. Besok ya aku tunggu. Btw, km les apa? Private??".

"Aku les piano, lesnya dirumah aja. Sorry ya, aku bener2 lupa"

"Udah santai aja kok, kan masih ada besok. Kan km jugak udah janji barusan :))".

"Oke„ ehh udah dulu ya. Guru lesku udah dateng nih. C u..

"Fine„ cu 2morrow :))".

Kurang lebih seperti itulah percakapan pendekku dengan Angel malem ini. Semoga saja dia menepati janjinya sendiri. Dan pastinya akan kutagih besok.

5 - Februari
Bangunlah Sebentar

Hai kamu yang aku sayangi
Hai kamu yang selalu aku rindukan
Aku yang selalu berharap kau menemani kesendirianku
Aku yang selalu ingin mencintai dan dicintaimu

Ingin rasanya berteriak di depanmu
Hingga akhirnya kaupun menyadari aku menyayangi sosokmu
Tapi, berteriakpun kau tak dapat mendengarnya
Hai pujaan hati, mengapa sangat sulit menyadarkanmu??

Lelah rasanya menunggu cinta yang tak kunjung datang
Mencari – cari alasan agar bisa didekatmu
Tapi bagimu aku hanyalah angin yang melewati pori – pori dari kulitmu
Hai pujaan hati, apakah dirimu telah mati rasa??

Indra penglihatanmu masih berfungsi normal
Kau tahu tanganku selalu menopangmu
Tapi bagimu mungkin aku hanya relawan panti sosial
Hai pujaan hati, masihkah kau menekuk hatimu untukku??

Meskipun berat hati ini selalu membawa cinta untukmu
Aku selalu berdoa pada tuhanku dalam lima waktu
Agar kamulah yang menjadi jodohku
Apakah dirimu mengamini doaku di setiap hari minggu??

Sungguh lelah rasanya ini
Mengemis – ngemis kepada tuhan
Hanya untuk mendapatkan restu bersamamu
Cintaku yang akan selalu hidup karena telah kusimpan rapih di lemari hatiku

Seumur hidupku akan terus mencintaimu
Hingga tangan tuhanlah yang akan mempersatukan kita nanti
Dan bahagia yang selama ini ku cari
Akan segera kurasakan bersama indahnya surga ilahi..

Telah ku baca berkali – kali catatan tanganku ini, mungkin aku juga telah hafal dari semua huruf yang aku rangkai. Angel. Terlalu special nama itu untuk ku dengar. Malam ini, aku kembali mengajaknya hang – out. Kalau jadi malem ini, ini akan menjadi sejarah pertamaku jalan bareng Angel.



“Malem Njel, lagi ngapain km?”.

10 menit kemudian..

“Malem juga, lagi santai nih. Km sendiri?”.

“Aku lagi mau nagih janji kamu yang semalem nih. Hehe J “.

“Ya ampun. Iya, hampir lupa lagi. Yaudah, yuk cap cus. Kamu jemput aku atau gimana nih?”.
“Biar aku aja yang kerumahmu, km tunggu ya 10 menit lagi aku sampai di depan pintu”.

“Okedeh, aku siap – siap dulu”.

Membaca sms dari Angel tadi, aku langsung bersemangat. Bersiap – siap menjemputnya. Ku pilih baju terbagusku. Tidak ingin rasanya mengenyewakan diriku sendiri keluar bareng Angel dengan tatanan diri yang biasa – biasa saja.

Sepuluh menit kemudian, aku menepati perkataanku pada Angel di sms tadi. Sekarang aku tepat berada di depan pintu rumah Angel. Agak sedikit merinding, karena pas disebelahku saat ini aku ditemani oleh anjing sangar milik keluarga Angel.

“Hai, udah siap?”.

“Udah kok, kemana tujuan kita?”.

“Ntar kamu juga tau kok. Btw, biasanya km suka kemana kalo keluar malem gini?”.

“Paling Cuma makan di warteg bareng keluargaku, mama, papa, dan kakakku”.

“Kalo kamu sendiri suka makan apa?”.

“Kalo aku sih, apa aja masuk ke perutku. Gak pilih – pilih makanan apa. Yang penting kenyang. Hehee “.

Sungguh bahagia rasanya mendengar langsung suara Angel dari dekat. Merdu sekali. Nggak ingin aku mengakhiri malam ini cepat – cepat. Sepertinya, Angel juga senang aku ajak makan. Makan malam pertama kami.

Lima belas menit kemudian. Kami sampai di tempat tujuan. Aku mengajak Angel makan di restauran langganan keluargaku. Semoga saja Angel senang aku ajak kesini.


                                                            ***

Aku berusaha mengajak Angel berangkat bareng hari ini. Tapi aku mendapat tolakan yang lembut darinya. Nggak apalah, tiga jam semalem itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untukku. Dan biarlah aku dan angel saja yang mengetahuinya kalau ternyata akhirnya aku bisa jalan bareng angel. Nge-date-lah bahasa kerennya.

Aku berniat kembali mengajak Angel pulang bareng. Kalau berangkatnya di tolak mudah – mudahan pulangnya nggak. Aku mengirimkan pesan pendek ke Angel, dan dengan cepat dia membalas.

 “Oke, kebetulan hari ini papaku nggak bisa jemput. Makasih yaa”.           

“Iya, sama – sama. Tiap hari papamu nggak bisa jemput aku siap kok nganterin. J “.

“Ngerepotin kali ga”.

“Ya nggak dong, kan yang ngajakin aku”.

Entah apa kata makhluk seantero sekolah ini, apalagi teman – teman sekelasku. Pasti menjadi topic world wide di twitter nanti setelah tau aku dan Angel pulang bareng. Heheee
Yaaaahh, biar mereka yang menyimpulkan sendiri. Yang penting hari ini dan semalem akan menjadi momen bersejarah banget untukku meskipun buat Angel mungkin biasa saja.

                                                            ***
Di atas motor..

“Langsung pulang nih Ngel?”. Tanyaku berharap Angel menjawab “Jalan – jalan dulu Yuk”.

“Boleh minta anterin ke tempat makan nggak? Dirumah nggak ada siapa – siapa dan pasti nggak ada makanan di dapur”.

“Boleh banget. Kamu pengen makan dimana?”.

“Di deket dago aja, kayaknya sekarang di sana nggak macet”.

“Kok tau kalo nggak macet?”.

“Iya, papa barusan ngasih kabar. Kok tumben – tumbenan di dago arusnya lancar”.

“oohhh, yaudah kita makan di PVJ aja kalo gitu. Sekalian cuci mata disana. Atau kamu pengen nyarik baju”.

“Iyaudah yukk cuss”.

Satu yang selalu aku inget saat mengajaknya dia keluar. Yaitu kata “Cuss”. Lucu sekali.
Semoga hari ini lebih indah dan lebih lama menapakkan kaki bareng dia. Ku perhatikan Angel yang bertubuh mungil, putih dan manis di tambah rambut panjangnya sangat menarik sekali. Mungkin orang – orang yang berkeliaran di tempat ini juga setuju denganku.

Kami mulai mencari food court dan angel yang mungkin lebih tau ingin berhenti di mana. Karena dia yang kelaparan, aku ngikut saja. Setelah beberapa menit Angel berhenti di tempat makan jepang, katanya dia lagi pengen banget makan masakan jepang dan duduklah kami di dekat jendela menghadap ke jalan raya.

Sepertinya cewek ini memang kelaparan dengan masakan jepang. Makannya lahap sekali dan pesanan menunya juga banyak. Senang sekali melihatnya. Dan aku berkali – kali menyimpan senyumku karena ketahuan oleh Angel.

Setelah makan siang ini, Angel mengajakku berkeliling naek motor. Memutari kota Bandung yang hari ini cuacanya sedang bersahabat dengan kami berdua. Tidak terlalu panas dan tidak ada hujan. Angel yang spontan menaruh kedua tangannya ke pinggangku, ingin sekali aku memegang tangannya yang lembut. Tapi, kuurungkan niat itu.

Sepanjang jalan kami bercanda, mengoceh, dan tertawa bersama. Rasanya aku tidak ingin mengakhiri hari ini dengan cepat. Angel terlihat nyaman denganku atau hanya perasaanku saja tapi, aku tak peduli karena sekarang aku sedang bersamanya.

Kami berhenti di cihampelas untuk menikmati es krim di pinggir jalan dan berfoto – foto sebentar di patung – patung anime disana. Dan dengan cepat jatuhlah air hujan dari langit. Untung saja ada tempat berteduh disana jadi aku dan Angel hanya berlari kecil menuju tempat berteduh. Ini adalah anugerah tersendiri yang dikirim tuhan untukku hari ini.

Di bawah hujan kami mengahabiskan es krim dan sambil bercanda menunggu redanya hujan. Tapi, didalam hati aku berdoa semoga saja hujannya sampai malam biar kami tetap bersama. Melihat wajah Angel yang lesu, aku jadi nggak tega dan kuhilangkan dengan cepat doa tadi, berganti cepat reda dong hujan.

“Kamu capek ya? Aku panggilin taksi ya?”.

“nggak kok aku nggak apa – apa. Kita kesinikan bareng ya pulangnya harus bareng juga dong”.

“tapi kamu kayaknya capeknya banget.  Aku nggak tega liat wajahmu gitu”.

“emang kenapa sama wajahku? Baek - baek aja gini”.

“ya nggak, udah kayak 4L”.

“apaan 4L?”.

“Letih, Lemah, Lesu, Lunglai”.

“kamu jugak tuh. Hheee “.

                                                            ***
Beberapa menit kemudian…

Terdengar suara yang sudah nggak asing lagi ditelingaku. Dan kayaknya hujan semakin deras, wajahku juga kecipratan air hujan ini.

“SEKOLLAAAAHHHHHHHH ANAAAKKKK MAALAAAASSSSSS. BAAAANGUUUUUUUNNNN!!!!!!!”.

                                                            TAMAT

Gong Xi Fa Chai yang tertinggal..



Assalamualaikum.. ;))
Selamat malam kembali,,
Sekarang mostingnya jarang ya padahal lagi liburan. Bukan kenapa – kenapa sih. Tapi, sedikit males nungguin laptop untuk minggu – minggu terakhir ini, apalagi pas liburan. Bukannya semangat nulis, malah bikin males. Banget!

Aku bingung mau mulai nulis dan cerita tentang apa dan siapa? Kayaknya inspirasi di otakku belum datang nih, atau aku memang lagi nunggu wahyu dari Allah. Hehee
Al hasil, nulisnya belepotan kayak begini. Dan dalam kondisi badan yang kurang fit pula. Oiyaaa,, sekarang kayaknya tahun baru Imlek ya?? Hahaaa. Yuupsss. Kok aku malah disini? Di kota orang??? Dan akhirnya semalem mama muncul di baris chat bbm..

“Kok belum pulang mbak?”.
“Voice Over-nya masih belum Ma”.
“Mama sudah pesen tempat di Ijen View”.
“Kalo makannya kebanyaen di Bungkus aja Ma”. Pikirku sembari bercanda :D
“Gini aja dah, kamu sama orin ke Ijen langsung. Jam 7”.
“Orin-nya masih ada acara ma. Kalo selesei ya tak kesana”.
“Iyadahh….”.

*Perbincangan terhenti sejenak

Ku putar otakku. Bagaimana mungkin sampai di Bondowoso jam 7 sekarang sudah jam 5 sore sedangkan yang disebutin mama di chat bbm belum kelar kerjaannya. Kasian jugak kalau aku maksa datang sama dia tapi dia-nya nggak ada stamina. Masih punya orang tua-nya sudah bikin sakit. Dan aku harus sadar itu. Lebih ngerti situasi dan kondisi. Meskipun situasi di rumahku di sana lagi mau ngerayain imlek, tapi kondisi yang disini memang nggak memungkinkan untuk datang.
Akhirnya, keputusan terakhir-ku adalah..

18.25

“Ma, Orin belum selesei acaranya. Kayaknya titin ndak bisa dateng sekarang deh ma”.
“Yaudah, gpp. Lain kali aja, kumpul – kumpul lagi”.
“Maaf yaaa maaa.. L “.

Sungguh menyesal sudah mengecewakan mama di hari yang special untuk keluarga kami. Bukan Cuma mama, ada papa, amma, kuku, apa’, amo, dan semuanya. Kemana titin?
Biasanya, kalau imlekan gitu. Saling ngucapin Gong Xi Fa Cai, keliling ke sodara – sodara. Ya kayak waktu lebaran gitu, silaturahim ke sodara – sodara tapi, bedanya ini imlek dan yang samanya lagi sama – sama dapet pesangon. Angpao ohh angpao. Aku dititipin angpao nggak ya?? Hahaaaa
Maaa, maaf ya ma. Disini titin juga lagi pusing. Nulis narasi buat Voice Over film, di tambah lagi suaranya titin masih kayak kesamber gledek gini. Nunggu ijin buat rekaman tapi belum sampek sekarang.
Yyyyaaa, kurang lebihnya seperti itu yang aku pikirin dan rasa penyesalanku ke mama. Sebenernya sudah mau pulang sendiri. Tapi, sii “Mas” ini mau nganterin dan mama jugak mintaknya dateng bareng “Mas” ini. Yaaa,, akhirnya di sini aja deh, nyangkut di kota orang. Dan belum pulang – pulang. (kayak udah ngerantau jauh banget, padahal cuma 40 kilometer) :D

Sejam kemudian, si “Mas” dateng bawain nasi kotak yang dia dapet dari pers conference. Bener, mukanya lesu banget dan badannya yang gemul – gemul itu rasanya langsung kempes gara – gara capeknya. Hehee
Ditawari mau makan nasi ini, apa di luar??

**mikirrrr kerasss dannn eng ing eng

Makan di luar aja ya? Hehee
Biar dibilang anak kecil (memang) yang penting  aku makan sama kamu dan semalem itu memang lagi pengen mie goreng. Alhamdulillah banget, dia masih inget kalo dari pagi aku mintak mie goreng. Nggak peduli deh, mau suara jadi kayak gimana. Namanya juga kepengen daripada tidurnya ntar ngiler dan mimpi mie goreng???? Hihihiiiiiiii :D
Kalo di inget – inget lagi, harusnya sekarang aku di rumah bareng keluargaku dan mungkin makan enak lebih enak dari mie goreng. Mungkin disana ada mie goreng jugak. Tapi, apa mau di kata?? Untung – untungan kalo punya pintu kemana sajanya doraemon bisa langsung nongol di lobinya Ijen View. Ahhhh, mimpi kali yeee..
Tapi, meskipun gini, jauh dari keluarga di tahun baru semoga keluargaku disana selalu diberikan kebahagiaan. Aamiin…

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakan..
Xin Nian Kuai Le,, Gong Xi Fa Chai..
Angpao na laiii??????? :D

Senin, 05 Januari 2015

555

Aku bukan lagi perempuan cengeng, walaupun terkadang pipiku masih terasa basah. Terimakasih ya Allah telah menggantikan kesesakan yang sudah aku lewati dengan hari - hari yang lebih indah bahkan sangat indah. Aku tahu engkau memang menyimpan rahasia indah di balik sesak yang telah kurasakan.

Tepat hari ini (05/01/15) adalah hari ke-555 hari aku mewarnai hidupku dengan dia. Maaf, tapi tulisan ini masih tentang orang yang sama, yang pernah banyak kuceritakan di postingan sebelumnya. Ya, aku coba menghitung hari yang sudah aku lewati dengannya selama ini, kurang lebih insyaALLAH 555 hari. Sebenarnya aku dengannya tidak mempunyai tanggal pasti kapan kita bersama - sama apalagi tanggal favorite yang sering dijadikan tanggal "spesial" oleh pasangan lainnya. Jangan berpikir kalau aku menghitungnya setiap hari. Sungguh sangat tak terasa bahwa aku dengannya telah melewati setiap detik dengan berbagai rasa. Manis, kadang pahit pernah juga terasa asam.

 Mungkin dipostingan sebelumnya aku pernah mengatakan bahwa aku lelah, sesak, dan semua yang pernah membuat mataku menangis. Aku dulu menangis, berteriak, bahkan marah kepada penciptaku sendiri mengapa semua ini terjadi padaku? kembali. Dulu. Aku bukan berlebihan ataupun sombong, bukan juga bersenang - senang di atas segalanya tapi, aku hanya ingin bersyukur, berterimakasih, dan segala hal yang tidak bisa aku ungkapkan satu persatu. Aku bahagia, bahagia karena aku dengannya telah saling menjaga. Menjaga cinta, kasih sayang, dan segala perhatian yang telah tercipta. Sekarang, aku sudah siap untuk kejutan berikutnya dariMu ya ALLAH. Pertengkaran, kerinduan, kebahagiaan, sudah  kusiapkan mental yang besar untuk menyambut mereka satu persatu.

Sayaang. Terimakasih juga untuk segala rasa kasih dan sayang serta cinta dan kehangatan teruntuk juga kenyamanan. Jadilah selalu penopang kebahagiaan dan dukaku. Akupun begitu, cinta yang kupersembahkan ini akan selalu menjadi kehangatan di siang dan malammu.

 Dari gadismu yang terkasih..














































Jumat, 31 Januari 2014

Cinta Sehari :)

Sebulan sudah aku bercengkrama menatap keluar jendela, hanya ingin melihat sosok perempuan anggun yang telah jarang menyapaku…

Dari sudut kelas, selalu ku panjatkan doa untuk wanita pujaanku. Bukan hanya diriku yang mengagumi paras cantiknya, seantero sekolah ini menganguminya. Bak bulan purnama yang paling terang. Aku heran. Kenapa aku juga ketularan penyakit kaum laki - laki yang mengagumi perempuan itu. Bahkan, dulu pertama kali aku melihatnya sampai mengenalnya tidak terdapat kesan spesial dari perempuan itu. Tapi, sejak itu aku sadar. Memang dia mempunyai daya tarik yang membuat anak laki - laki disekolah ini mengaguminya.

Aku yang bisa di bilang cowok pemalu di depan cewek, tapi ternyata tidak di depan cewek yang satu ini. Dia membuatku berani dan aku juga berani memberanikan diriku mengajaknya keluar meskipun telah di tolak berulang kali. Namanya juga perjuangan, perjuangan cinta pertamaku.

Nama ku Rangga, tapi temen – temenku lebih suka memanggilku gaga. Udah kayak merk mie aja mereka memanggil diriku. Tapi mungkin dengan nama itulah aku disayangi banyak orang. hehee

Februari awal..

Aku berniat mengajaknya makan diluar. Setelah sempat ditolak tapi, aku tidak akan menyerah. Sampai dia menerima ajakan makanku. Malam ini tanggal 4 Februari jam 6 sore. Aku telah merangkai kata - kata di ponselku dan siap ku kirim ke kontak yang ku beri nama “Angel”.

“Selamat sore njel, gimana tawaranku yg smalem? Bisa? Please yaahh… :)) “

"Sore„ duhhh sorry sorry. Aku lupa kalo km kmaren ngjakin kluar. Aku ada les skarang. Besok deh, janji".

"Ooo…iyasud gpp kk. Besok ya aku tunggu. Btw, km les apa? Private??".

"Aku les piano, lesnya dirumah aja. Sorry ya, aku bener2 lupa"

"Udah santai aja kok, kan masih ada besok. Kan km jugak udah janji barusan :))".

"Oke„ ehh udah dulu ya. Guru lesku udah dateng nih. C u..

"Fine„ cu 2morrow :))".

Kurang lebih seperti itulah percakapan pendekku dengan Angel malem ini. Semoga saja dia menepati janjinya sendiri. Dan pastinya akan kutagih besok.

5 - Februari
Bangunlah Sebentar

Hai kamu yang aku sayangi
Hai kamu yang selalu aku rindukan
Aku yang selalu berharap kau menemani kesendirianku
Aku yang selalu ingin mencintai dan dicintaimu

Ingin rasanya berteriak di depanmu
Hingga akhirnya kaupun menyadari aku menyayangi sosokmu
Tapi, berteriakpun kau tak dapat mendengarnya
Hai pujaan hati, mengapa sangat sulit menyadarkanmu??

Lelah rasanya menunggu cinta yang tak kunjung datang
Mencari – cari alasan agar bisa didekatmu
Tapi bagimu aku hanyalah angin yang melewati pori – pori dari kulitmu
Hai pujaan hati, apakah dirimu telah mati rasa??

Indra penglihatanmu masih berfungsi normal
Kau tahu tanganku selalu menopangmu
Tapi bagimu mungkin aku hanya relawan panti sosial
Hai pujaan hati, masihkah kau menekuk hatimu untukku??

Meskipun berat hati ini selalu membawa cinta untukmu
Aku selalu berdoa pada tuhanku dalam lima waktu
Agar kamulah yang menjadi jodohku
Apakah dirimu mengamini doaku di setiap hari minggu??

Sungguh lelah rasanya ini
Mengemis – ngemis kepada tuhan
Hanya untuk mendapatkan restu bersamamu
Cintaku yang akan selalu hidup karena telah kusimpan rapih di lemari hatiku

Seumur hidupku akan terus mencintaimu
Hingga tangan tuhanlah yang akan mempersatukan kita nanti
Dan bahagia yang selama ini ku cari
Akan segera kurasakan bersama indahnya surga ilahi..

Telah ku baca berkali – kali catatan tanganku ini, mungkin aku juga telah hafal dari semua huruf yang aku rangkai. Angel. Terlalu special nama itu untuk ku dengar. Malam ini, aku kembali mengajaknya hang – out. Kalau jadi malem ini, ini akan menjadi sejarah pertamaku jalan bareng Angel.



“Malem Njel, lagi ngapain km?”.

10 menit kemudian..

“Malem juga, lagi santai nih. Km sendiri?”.

“Aku lagi mau nagih janji kamu yang semalem nih. Hehe J “.

“Ya ampun. Iya, hampir lupa lagi. Yaudah, yuk cap cus. Kamu jemput aku atau gimana nih?”.
“Biar aku aja yang kerumahmu, km tunggu ya 10 menit lagi aku sampai di depan pintu”.

“Okedeh, aku siap – siap dulu”.

Membaca sms dari Angel tadi, aku langsung bersemangat. Bersiap – siap menjemputnya. Ku pilih baju terbagusku. Tidak ingin rasanya mengenyewakan diriku sendiri keluar bareng Angel dengan tatanan diri yang biasa – biasa saja.

Sepuluh menit kemudian, aku menepati perkataanku pada Angel di sms tadi. Sekarang aku tepat berada di depan pintu rumah Angel. Agak sedikit merinding, karena pas disebelahku saat ini aku ditemani oleh anjing sangar milik keluarga Angel.

“Hai, udah siap?”.

“Udah kok, kemana tujuan kita?”.

“Ntar kamu juga tau kok. Btw, biasanya km suka kemana kalo keluar malem gini?”.

“Paling Cuma makan di warteg bareng keluargaku, mama, papa, dan kakakku”.

“Kalo kamu sendiri suka makan apa?”.

“Kalo aku sih, apa aja masuk ke perutku. Gak pilih – pilih makanan apa. Yang penting kenyang. Hehee “.

Sungguh bahagia rasanya mendengar langsung suara Angel dari dekat. Merdu sekali. Nggak ingin aku mengakhiri malam ini cepat – cepat. Sepertinya, Angel juga senang aku ajak makan. Makan malam pertama kami.

Lima belas menit kemudian. Kami sampai di tempat tujuan. Aku mengajak Angel makan di restauran langganan keluargaku. Semoga saja Angel senang aku ajak kesini.


                                                            ***

Aku berusaha mengajak Angel berangkat bareng hari ini. Tapi aku mendapat tolakan yang lembut darinya. Nggak apalah, tiga jam semalem itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untukku. Dan biarlah aku dan angel saja yang mengetahuinya kalau ternyata akhirnya aku bisa jalan bareng angel. Nge-date-lah bahasa kerennya.

Aku berniat kembali mengajak Angel pulang bareng. Kalau berangkatnya di tolak mudah – mudahan pulangnya nggak. Aku mengirimkan pesan pendek ke Angel, dan dengan cepat dia membalas.

 “Oke, kebetulan hari ini papaku nggak bisa jemput. Makasih yaa”.           

“Iya, sama – sama. Tiap hari papamu nggak bisa jemput aku siap kok nganterin. J “.

“Ngerepotin kali ga”.

“Ya nggak dong, kan yang ngajakin aku”.

Entah apa kata makhluk seantero sekolah ini, apalagi teman – teman sekelasku. Pasti menjadi topic world wide di twitter nanti setelah tau aku dan Angel pulang bareng. Heheee
Yaaaahh, biar mereka yang menyimpulkan sendiri. Yang penting hari ini dan semalem akan menjadi momen bersejarah banget untukku meskipun buat Angel mungkin biasa saja.

                                                            ***
Di atas motor..

“Langsung pulang nih Ngel?”. Tanyaku berharap Angel menjawab “Jalan – jalan dulu Yuk”.

“Boleh minta anterin ke tempat makan nggak? Dirumah nggak ada siapa – siapa dan pasti nggak ada makanan di dapur”.

“Boleh banget. Kamu pengen makan dimana?”.

“Di deket dago aja, kayaknya sekarang di sana nggak macet”.

“Kok tau kalo nggak macet?”.

“Iya, papa barusan ngasih kabar. Kok tumben – tumbenan di dago arusnya lancar”.

“oohhh, yaudah kita makan di PVJ aja kalo gitu. Sekalian cuci mata disana. Atau kamu pengen nyarik baju”.

“Iyaudah yukk cuss”.

Satu yang selalu aku inget saat mengajaknya dia keluar. Yaitu kata “Cuss”. Lucu sekali.
Semoga hari ini lebih indah dan lebih lama menapakkan kaki bareng dia. Ku perhatikan Angel yang bertubuh mungil, putih dan manis di tambah rambut panjangnya sangat menarik sekali. Mungkin orang – orang yang berkeliaran di tempat ini juga setuju denganku.

Kami mulai mencari food court dan angel yang mungkin lebih tau ingin berhenti di mana. Karena dia yang kelaparan, aku ngikut saja. Setelah beberapa menit Angel berhenti di tempat makan jepang, katanya dia lagi pengen banget makan masakan jepang dan duduklah kami di dekat jendela menghadap ke jalan raya.

Sepertinya cewek ini memang kelaparan dengan masakan jepang. Makannya lahap sekali dan pesanan menunya juga banyak. Senang sekali melihatnya. Dan aku berkali – kali menyimpan senyumku karena ketahuan oleh Angel.

Setelah makan siang ini, Angel mengajakku berkeliling naek motor. Memutari kota Bandung yang hari ini cuacanya sedang bersahabat dengan kami berdua. Tidak terlalu panas dan tidak ada hujan. Angel yang spontan menaruh kedua tangannya ke pinggangku, ingin sekali aku memegang tangannya yang lembut. Tapi, kuurungkan niat itu.

Sepanjang jalan kami bercanda, mengoceh, dan tertawa bersama. Rasanya aku tidak ingin mengakhiri hari ini dengan cepat. Angel terlihat nyaman denganku atau hanya perasaanku saja tapi, aku tak peduli karena sekarang aku sedang bersamanya.

Kami berhenti di cihampelas untuk menikmati es krim di pinggir jalan dan berfoto – foto sebentar di patung – patung anime disana. Dan dengan cepat jatuhlah air hujan dari langit. Untung saja ada tempat berteduh disana jadi aku dan Angel hanya berlari kecil menuju tempat berteduh. Ini adalah anugerah tersendiri yang dikirim tuhan untukku hari ini.

Di bawah hujan kami mengahabiskan es krim dan sambil bercanda menunggu redanya hujan. Tapi, didalam hati aku berdoa semoga saja hujannya sampai malam biar kami tetap bersama. Melihat wajah Angel yang lesu, aku jadi nggak tega dan kuhilangkan dengan cepat doa tadi, berganti cepat reda dong hujan.

“Kamu capek ya? Aku panggilin taksi ya?”.

“nggak kok aku nggak apa – apa. Kita kesinikan bareng ya pulangnya harus bareng juga dong”.

“tapi kamu kayaknya capeknya banget.  Aku nggak tega liat wajahmu gitu”.

“emang kenapa sama wajahku? Baek - baek aja gini”.

“ya nggak, udah kayak 4L”.

“apaan 4L?”.

“Letih, Lemah, Lesu, Lunglai”.

“kamu jugak tuh. Hheee “.

                                                            ***
Beberapa menit kemudian…

Terdengar suara yang sudah nggak asing lagi ditelingaku. Dan kayaknya hujan semakin deras, wajahku juga kecipratan air hujan ini.

“SEKOLLAAAAHHHHHHHH ANAAAKKKK MAALAAAASSSSSS. BAAAANGUUUUUUUNNNN!!!!!!!”.

                                                            TAMAT

Gong Xi Fa Chai yang tertinggal..



Assalamualaikum.. ;))
Selamat malam kembali,,
Sekarang mostingnya jarang ya padahal lagi liburan. Bukan kenapa – kenapa sih. Tapi, sedikit males nungguin laptop untuk minggu – minggu terakhir ini, apalagi pas liburan. Bukannya semangat nulis, malah bikin males. Banget!

Aku bingung mau mulai nulis dan cerita tentang apa dan siapa? Kayaknya inspirasi di otakku belum datang nih, atau aku memang lagi nunggu wahyu dari Allah. Hehee
Al hasil, nulisnya belepotan kayak begini. Dan dalam kondisi badan yang kurang fit pula. Oiyaaa,, sekarang kayaknya tahun baru Imlek ya?? Hahaaa. Yuupsss. Kok aku malah disini? Di kota orang??? Dan akhirnya semalem mama muncul di baris chat bbm..

“Kok belum pulang mbak?”.
“Voice Over-nya masih belum Ma”.
“Mama sudah pesen tempat di Ijen View”.
“Kalo makannya kebanyaen di Bungkus aja Ma”. Pikirku sembari bercanda :D
“Gini aja dah, kamu sama orin ke Ijen langsung. Jam 7”.
“Orin-nya masih ada acara ma. Kalo selesei ya tak kesana”.
“Iyadahh….”.

*Perbincangan terhenti sejenak

Ku putar otakku. Bagaimana mungkin sampai di Bondowoso jam 7 sekarang sudah jam 5 sore sedangkan yang disebutin mama di chat bbm belum kelar kerjaannya. Kasian jugak kalau aku maksa datang sama dia tapi dia-nya nggak ada stamina. Masih punya orang tua-nya sudah bikin sakit. Dan aku harus sadar itu. Lebih ngerti situasi dan kondisi. Meskipun situasi di rumahku di sana lagi mau ngerayain imlek, tapi kondisi yang disini memang nggak memungkinkan untuk datang.
Akhirnya, keputusan terakhir-ku adalah..

18.25

“Ma, Orin belum selesei acaranya. Kayaknya titin ndak bisa dateng sekarang deh ma”.
“Yaudah, gpp. Lain kali aja, kumpul – kumpul lagi”.
“Maaf yaaa maaa.. L “.

Sungguh menyesal sudah mengecewakan mama di hari yang special untuk keluarga kami. Bukan Cuma mama, ada papa, amma, kuku, apa’, amo, dan semuanya. Kemana titin?
Biasanya, kalau imlekan gitu. Saling ngucapin Gong Xi Fa Cai, keliling ke sodara – sodara. Ya kayak waktu lebaran gitu, silaturahim ke sodara – sodara tapi, bedanya ini imlek dan yang samanya lagi sama – sama dapet pesangon. Angpao ohh angpao. Aku dititipin angpao nggak ya?? Hahaaaa
Maaa, maaf ya ma. Disini titin juga lagi pusing. Nulis narasi buat Voice Over film, di tambah lagi suaranya titin masih kayak kesamber gledek gini. Nunggu ijin buat rekaman tapi belum sampek sekarang.
Yyyyaaa, kurang lebihnya seperti itu yang aku pikirin dan rasa penyesalanku ke mama. Sebenernya sudah mau pulang sendiri. Tapi, sii “Mas” ini mau nganterin dan mama jugak mintaknya dateng bareng “Mas” ini. Yaaa,, akhirnya di sini aja deh, nyangkut di kota orang. Dan belum pulang – pulang. (kayak udah ngerantau jauh banget, padahal cuma 40 kilometer) :D

Sejam kemudian, si “Mas” dateng bawain nasi kotak yang dia dapet dari pers conference. Bener, mukanya lesu banget dan badannya yang gemul – gemul itu rasanya langsung kempes gara – gara capeknya. Hehee
Ditawari mau makan nasi ini, apa di luar??

**mikirrrr kerasss dannn eng ing eng

Makan di luar aja ya? Hehee
Biar dibilang anak kecil (memang) yang penting  aku makan sama kamu dan semalem itu memang lagi pengen mie goreng. Alhamdulillah banget, dia masih inget kalo dari pagi aku mintak mie goreng. Nggak peduli deh, mau suara jadi kayak gimana. Namanya juga kepengen daripada tidurnya ntar ngiler dan mimpi mie goreng???? Hihihiiiiiiii :D
Kalo di inget – inget lagi, harusnya sekarang aku di rumah bareng keluargaku dan mungkin makan enak lebih enak dari mie goreng. Mungkin disana ada mie goreng jugak. Tapi, apa mau di kata?? Untung – untungan kalo punya pintu kemana sajanya doraemon bisa langsung nongol di lobinya Ijen View. Ahhhh, mimpi kali yeee..
Tapi, meskipun gini, jauh dari keluarga di tahun baru semoga keluargaku disana selalu diberikan kebahagiaan. Aamiin…

Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakan..
Xin Nian Kuai Le,, Gong Xi Fa Chai..
Angpao na laiii??????? :D