Sebulan
sudah aku bercengkrama menatap keluar jendela, hanya ingin melihat sosok
perempuan anggun yang telah jarang menyapaku…
Dari
sudut kelas, selalu ku panjatkan doa untuk wanita pujaanku. Bukan hanya diriku
yang mengagumi paras cantiknya, seantero sekolah ini menganguminya. Bak bulan
purnama yang paling terang. Aku heran. Kenapa aku juga ketularan penyakit kaum
laki - laki yang mengagumi perempuan itu. Bahkan, dulu pertama kali aku
melihatnya sampai mengenalnya tidak terdapat kesan spesial dari perempuan itu.
Tapi, sejak itu aku sadar. Memang dia mempunyai daya tarik yang membuat anak
laki - laki disekolah ini mengaguminya.
Aku
yang bisa di bilang cowok pemalu di depan cewek, tapi ternyata tidak di depan
cewek yang satu ini. Dia membuatku berani dan aku juga berani memberanikan
diriku mengajaknya keluar meskipun telah di tolak berulang kali. Namanya juga
perjuangan, perjuangan cinta pertamaku.
Nama
ku Rangga, tapi temen – temenku lebih suka memanggilku gaga. Udah kayak merk
mie aja mereka memanggil diriku. Tapi mungkin dengan nama itulah aku disayangi
banyak orang. hehee
Februari
awal..
Aku berniat mengajaknya makan diluar. Setelah sempat ditolak tapi, aku tidak akan menyerah. Sampai dia menerima ajakan makanku. Malam ini tanggal 4 Februari jam 6 sore. Aku telah merangkai kata - kata di ponselku dan siap ku kirim ke kontak yang ku beri nama “Angel”.
“Selamat sore njel, gimana tawaranku
yg smalem? Bisa? Please yaahh… :)) “
"Sore„ duhhh sorry sorry. Aku
lupa kalo km kmaren ngjakin kluar. Aku ada les skarang. Besok deh, janji".
"Ooo…iyasud gpp kk. Besok ya aku
tunggu. Btw, km les apa? Private??".
"Aku les piano, lesnya dirumah
aja. Sorry ya, aku bener2 lupa"
"Udah santai aja kok, kan masih
ada besok. Kan km jugak udah janji barusan :))".
"Oke„ ehh udah dulu ya. Guru
lesku udah dateng nih. C u..
"Fine„ cu 2morrow :))".
Kurang
lebih seperti itulah percakapan pendekku dengan Angel malem ini. Semoga saja
dia menepati janjinya sendiri. Dan pastinya akan kutagih besok.
5
- Februari
Bangunlah Sebentar
Hai kamu yang aku
sayangi
Hai kamu yang
selalu aku rindukan
Aku yang selalu
berharap kau menemani kesendirianku
Aku yang selalu
ingin mencintai dan dicintaimu
Ingin rasanya
berteriak di depanmu
Hingga akhirnya
kaupun menyadari aku menyayangi sosokmu
Tapi,
berteriakpun kau tak dapat mendengarnya
Hai pujaan hati,
mengapa sangat sulit menyadarkanmu??
Lelah rasanya
menunggu cinta yang tak kunjung datang
Mencari – cari
alasan agar bisa didekatmu
Tapi bagimu aku
hanyalah angin yang melewati pori – pori dari kulitmu
Hai pujaan hati,
apakah dirimu telah mati rasa??
Indra
penglihatanmu masih berfungsi normal
Kau tahu tanganku
selalu menopangmu
Tapi bagimu
mungkin aku hanya relawan panti sosial
Hai pujaan hati,
masihkah kau menekuk hatimu untukku??
Meskipun berat
hati ini selalu membawa cinta untukmu
Aku selalu berdoa
pada tuhanku dalam lima waktu
Agar kamulah yang
menjadi jodohku
Apakah dirimu
mengamini doaku di setiap hari minggu??
Sungguh lelah rasanya
ini
Mengemis – ngemis
kepada tuhan
Hanya untuk
mendapatkan restu bersamamu
Cintaku yang akan
selalu hidup karena telah kusimpan rapih di lemari hatiku
Seumur hidupku
akan terus mencintaimu
Hingga tangan
tuhanlah yang akan mempersatukan kita nanti
Dan bahagia yang
selama ini ku cari
Akan segera
kurasakan bersama indahnya surga ilahi..
Telah
ku baca berkali – kali catatan tanganku ini, mungkin aku juga telah hafal dari
semua huruf yang aku rangkai. Angel. Terlalu
special nama itu untuk ku dengar. Malam ini, aku kembali mengajaknya hang – out. Kalau jadi malem ini, ini
akan menjadi sejarah pertamaku jalan bareng Angel.
“Malem Njel, lagi ngapain km?”.
10 menit kemudian..
“Malem juga, lagi santai nih. Km
sendiri?”.
“Aku lagi mau nagih janji kamu yang
semalem nih. Hehe J
“.
“Ya ampun. Iya, hampir lupa lagi.
Yaudah, yuk cap cus. Kamu jemput aku atau gimana nih?”.
“Biar aku aja yang kerumahmu, km
tunggu ya 10 menit lagi aku sampai di depan pintu”.
“Okedeh, aku siap – siap dulu”.
Membaca
sms dari Angel tadi, aku langsung bersemangat. Bersiap – siap menjemputnya. Ku
pilih baju terbagusku. Tidak ingin rasanya mengenyewakan diriku sendiri keluar
bareng Angel dengan tatanan diri yang biasa – biasa saja.
Sepuluh
menit kemudian, aku menepati perkataanku pada Angel di sms tadi. Sekarang aku
tepat berada di depan pintu rumah Angel. Agak sedikit merinding, karena pas
disebelahku saat ini aku ditemani oleh anjing sangar milik keluarga Angel.
“Hai, udah siap?”.
“Udah kok, kemana tujuan kita?”.
“Ntar kamu juga tau kok. Btw, biasanya
km suka kemana kalo keluar malem gini?”.
“Paling Cuma makan di warteg bareng
keluargaku, mama, papa, dan kakakku”.
“Kalo kamu sendiri suka makan apa?”.
“Kalo aku sih, apa aja masuk ke
perutku. Gak pilih – pilih makanan apa. Yang penting kenyang. Hehee “.
Sungguh
bahagia rasanya mendengar langsung suara Angel dari dekat. Merdu sekali. Nggak
ingin aku mengakhiri malam ini cepat – cepat. Sepertinya, Angel juga senang aku
ajak makan. Makan malam pertama kami.
Lima
belas menit kemudian. Kami sampai di tempat tujuan. Aku mengajak Angel makan di
restauran langganan keluargaku. Semoga saja Angel senang aku ajak kesini.
***
Aku berusaha mengajak Angel berangkat bareng
hari ini. Tapi aku mendapat tolakan yang lembut darinya. Nggak apalah, tiga jam
semalem itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untukku. Dan biarlah aku dan
angel saja yang mengetahuinya kalau ternyata akhirnya aku bisa jalan bareng
angel. Nge-date-lah bahasa kerennya.
Aku berniat kembali mengajak Angel pulang
bareng. Kalau berangkatnya di tolak mudah – mudahan pulangnya nggak. Aku mengirimkan
pesan pendek ke Angel, dan dengan cepat dia membalas.
“Oke,
kebetulan hari ini papaku nggak bisa jemput. Makasih yaa”.
“Iya, sama – sama. Tiap hari papamu nggak bisa
jemput aku siap kok nganterin. J “.
“Ngerepotin kali ga”.
“Ya nggak dong, kan yang ngajakin aku”.
Entah apa kata makhluk seantero sekolah ini,
apalagi teman – teman sekelasku. Pasti menjadi topic world wide di twitter
nanti setelah tau aku dan Angel pulang bareng. Heheee
Yaaaahh, biar mereka yang menyimpulkan
sendiri. Yang penting hari ini dan semalem akan menjadi momen bersejarah banget
untukku meskipun buat Angel mungkin biasa saja.
***
Di atas motor..
“Langsung pulang nih Ngel?”. Tanyaku berharap
Angel menjawab “Jalan – jalan dulu Yuk”.
“Boleh minta anterin ke tempat makan nggak? Dirumah
nggak ada siapa – siapa dan pasti nggak ada makanan di dapur”.
“Boleh banget. Kamu pengen makan dimana?”.
“Di deket dago aja, kayaknya sekarang di sana
nggak macet”.
“Kok tau kalo nggak macet?”.
“Iya, papa barusan ngasih kabar. Kok tumben –
tumbenan di dago arusnya lancar”.
“oohhh, yaudah kita makan di PVJ aja kalo
gitu. Sekalian cuci mata disana. Atau kamu pengen nyarik baju”.
“Iyaudah yukk cuss”.
Satu yang selalu aku inget saat mengajaknya
dia keluar. Yaitu kata “Cuss”. Lucu sekali.
Semoga hari ini lebih indah dan lebih lama
menapakkan kaki bareng dia. Ku perhatikan Angel yang bertubuh mungil, putih dan
manis di tambah rambut panjangnya sangat menarik sekali. Mungkin orang – orang yang
berkeliaran di tempat ini juga setuju denganku.
Kami mulai mencari food court dan angel yang
mungkin lebih tau ingin berhenti di mana. Karena dia yang kelaparan, aku ngikut
saja. Setelah beberapa menit Angel berhenti di tempat makan jepang, katanya dia
lagi pengen banget makan masakan jepang dan duduklah kami di dekat jendela
menghadap ke jalan raya.
Sepertinya cewek ini memang kelaparan dengan
masakan jepang. Makannya lahap sekali dan pesanan menunya juga banyak. Senang sekali
melihatnya. Dan aku berkali – kali menyimpan senyumku karena ketahuan oleh
Angel.
Setelah makan siang ini, Angel mengajakku
berkeliling naek motor. Memutari kota Bandung yang hari ini cuacanya sedang
bersahabat dengan kami berdua. Tidak terlalu panas dan tidak ada hujan. Angel
yang spontan menaruh kedua tangannya ke pinggangku, ingin sekali aku memegang
tangannya yang lembut. Tapi, kuurungkan niat itu.
Sepanjang jalan kami bercanda, mengoceh, dan
tertawa bersama. Rasanya aku tidak ingin mengakhiri hari ini dengan cepat.
Angel terlihat nyaman denganku atau hanya perasaanku saja tapi, aku tak peduli
karena sekarang aku sedang bersamanya.
Kami berhenti di cihampelas untuk menikmati es
krim di pinggir jalan dan berfoto – foto sebentar di patung – patung anime
disana. Dan dengan cepat jatuhlah air hujan dari langit. Untung saja ada tempat
berteduh disana jadi aku dan Angel hanya berlari kecil menuju tempat berteduh.
Ini adalah anugerah tersendiri yang dikirim tuhan untukku hari ini.
Di bawah hujan kami mengahabiskan es krim dan
sambil bercanda menunggu redanya hujan. Tapi, didalam hati aku berdoa semoga
saja hujannya sampai malam biar kami tetap bersama. Melihat wajah Angel yang lesu,
aku jadi nggak tega dan kuhilangkan dengan cepat doa tadi, berganti cepat reda dong
hujan.
“Kamu capek ya? Aku panggilin taksi ya?”.
“nggak kok aku nggak apa – apa. Kita kesinikan
bareng ya pulangnya harus bareng juga dong”.
“tapi kamu kayaknya capeknya banget. Aku nggak tega liat wajahmu gitu”.
“emang kenapa sama wajahku? Baek - baek aja gini”.
“ya nggak, udah kayak 4L”.
“apaan 4L?”.
“Letih, Lemah, Lesu, Lunglai”.
“kamu jugak tuh. Hheee “.
***
Beberapa menit kemudian…
Terdengar suara yang sudah nggak asing lagi
ditelingaku. Dan kayaknya hujan semakin deras, wajahku juga kecipratan air
hujan ini.
“SEKOLLAAAAHHHHHHHH ANAAAKKKK MAALAAAASSSSSS.
BAAAANGUUUUUUUNNNN!!!!!!!”.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar