Sabtu, 11 Januari 2014

Nidia ROPV..

Hallo manis, apa kabar sayaang? aku harap kamu baik - baik saja dan aku juga berharap kamu masih dengannya sekarang. Aamiin..
Gak tau kenapa, akhir - akhir ini aku ingin sekali menanyakan kabarmu, kamu sedang berada dimana? dan kayaknya sekarang kamu sudah jadi mahasiswa. Btw kota apa yang menjadi rantauanmu sekarang?? Tapi aku gak bisa apa - apa. Karena setelah kejadian itu, aku tidak lagi bisa menghubungimu.

Adikku yang cantik. Aku harap suatu saat nanti kamu membaca tulisan ini. Iya semoga. Setelah kejadian yang menimpa aku dan kamu dulu itu, aku ingin mengenal kamu lebih jauh. Bukan sekedar di dunia maya saja. Aku ingin sekali bertemu denganmu. Seperti mamaKu dan mamaMu yang hampir setiap hari bertemu. Apa salahnya kalau suatu hari nanti aku dan kamu juga bisa menjalin silaturahmi yang lebih dekat dan menjadi sahabat. Seperti mama - mama kita.

Nidia yang manis. Teman - temanku pernah bilang, kata mereka kamu sudah nggak lagi dengan "dia". Aku sangat berharap "kalian" masih bisa bersama - sama. Aku tidak cemburu, karena aku yakin kamu lebih bisa mengerti "dia" dan lebih pantas untuknya. Aku sangat meng-ikhlas-kannya untukmu. Mungkin, dulu aku shock, kenapa harus kamu? karena aku tahu orang tua kita bersahabat. Aku takut, setelah kejadian itu mamaKu dan mamaMu tidak lagi harmonis. Tapi, Alhamdulillah mereka masih bisa membedakanNya.

 Keluargaku sering berlibur bersama keluargamu. Waktu itu, aku sangat berharap ada kamu. Tapi, aku tahu kamu pasti belum pulang kampung. Aku tidak pernah menganggapmu musuh, atau kamu berpikir aku menyimpan dendam kepada-mu. Jangan khawatir sayaang. Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu. Bahkan, aku sangat ingin kita menjadi teman.

Dulu aku memang pernah menyalahkanmu, tapi aku tahu tidak semuanya hal itu adalah salahmu. Kamu juga harus tau, aku adalah orang yang mungkin mempunyai rasa ikhlas yang menggunung. Jadi, waktu itu aku telah mengikhlaskannya sangat mengikhlaskannya untukmu adikku. Aku juga sadar, "dia" tidak merasa bahagia denganku, mungkin salahku juga karena sangat mempercayainya.

Nid..kalau suatu saat nanti kamu benar - benar membaca ini. Aku harap kamu bisa menghubungiku. Aku tidak ingin diantara kita tersimpan rasa dendam, dan rasa benci yang tinggi. Aku tidak pernah membencimu, aku harap kamu-pun juga begitu. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa untuk bisa menghubungimu kembali. Tapi, semoga masih ada takdir tuhan untuk mempertemukan kita nanti. Aamiin.. :))

Dimana-pun kamu berada. Semoga kamu baik - baik saja, dan bahagia.. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 11 Januari 2014

Nidia ROPV..

Hallo manis, apa kabar sayaang? aku harap kamu baik - baik saja dan aku juga berharap kamu masih dengannya sekarang. Aamiin..
Gak tau kenapa, akhir - akhir ini aku ingin sekali menanyakan kabarmu, kamu sedang berada dimana? dan kayaknya sekarang kamu sudah jadi mahasiswa. Btw kota apa yang menjadi rantauanmu sekarang?? Tapi aku gak bisa apa - apa. Karena setelah kejadian itu, aku tidak lagi bisa menghubungimu.

Adikku yang cantik. Aku harap suatu saat nanti kamu membaca tulisan ini. Iya semoga. Setelah kejadian yang menimpa aku dan kamu dulu itu, aku ingin mengenal kamu lebih jauh. Bukan sekedar di dunia maya saja. Aku ingin sekali bertemu denganmu. Seperti mamaKu dan mamaMu yang hampir setiap hari bertemu. Apa salahnya kalau suatu hari nanti aku dan kamu juga bisa menjalin silaturahmi yang lebih dekat dan menjadi sahabat. Seperti mama - mama kita.

Nidia yang manis. Teman - temanku pernah bilang, kata mereka kamu sudah nggak lagi dengan "dia". Aku sangat berharap "kalian" masih bisa bersama - sama. Aku tidak cemburu, karena aku yakin kamu lebih bisa mengerti "dia" dan lebih pantas untuknya. Aku sangat meng-ikhlas-kannya untukmu. Mungkin, dulu aku shock, kenapa harus kamu? karena aku tahu orang tua kita bersahabat. Aku takut, setelah kejadian itu mamaKu dan mamaMu tidak lagi harmonis. Tapi, Alhamdulillah mereka masih bisa membedakanNya.

 Keluargaku sering berlibur bersama keluargamu. Waktu itu, aku sangat berharap ada kamu. Tapi, aku tahu kamu pasti belum pulang kampung. Aku tidak pernah menganggapmu musuh, atau kamu berpikir aku menyimpan dendam kepada-mu. Jangan khawatir sayaang. Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu. Bahkan, aku sangat ingin kita menjadi teman.

Dulu aku memang pernah menyalahkanmu, tapi aku tahu tidak semuanya hal itu adalah salahmu. Kamu juga harus tau, aku adalah orang yang mungkin mempunyai rasa ikhlas yang menggunung. Jadi, waktu itu aku telah mengikhlaskannya sangat mengikhlaskannya untukmu adikku. Aku juga sadar, "dia" tidak merasa bahagia denganku, mungkin salahku juga karena sangat mempercayainya.

Nid..kalau suatu saat nanti kamu benar - benar membaca ini. Aku harap kamu bisa menghubungiku. Aku tidak ingin diantara kita tersimpan rasa dendam, dan rasa benci yang tinggi. Aku tidak pernah membencimu, aku harap kamu-pun juga begitu. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa untuk bisa menghubungimu kembali. Tapi, semoga masih ada takdir tuhan untuk mempertemukan kita nanti. Aamiin.. :))

Dimana-pun kamu berada. Semoga kamu baik - baik saja, dan bahagia.. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar