Sabtu, 11 Januari 2014

Kejutan keberapa, akupun tak bisa menghitungnya..

Aku ingat betul, waktu kamu mengirim pesan pertama-mu semenjak perpisahan kita setahun lebih dulu. Yang semua isinya tertuju pada pagi hingga sore itu. Kebetulan setelah kejadian itu, aku berpikir mungkin kamu akan menghubungiku. Benar ternyata. Kamu sms aku, malem - malem hingga akhirnya aku gak jadi tidur sampek kita mengakhiri sms di malem itu. Aku gak pernah memikirkan kalo akhirnya kita akan dekat kembali.

Lagi - lagi aku hanya berpikir positif tentang itu semua. Aku gak tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu? tapi, aku juga tidak ingin membahasnya. Biarlah itu semua menjadi rahasia-mu. Semenjak waktu itu, kita sangat intens berkomunikasi. Sampai akhirnya kamu bilang kalo kamu masih merasakan perasaan setahun yang lalu itu. Sungguh kaget mendengar kamu mengatakan itu semua. Apa iya? bahkan statusmu saja baru berubah. Bagaimana mungkin?? ahhh kamu membuatku memutar otak 360 derajat.

Kamu yang hadir kembali dihidupku, kamu memutuskan bersamaku. Tapi, aku tahu tidak akan semudah yang kamu katakan kepadaku. Aku mengikuti permainanmu, sampai dimana dan akan berakhir seperti apa. Memang tidak mudah ternyata. Tapi aku menghargai usahamu.

Ohhh,, kamu akan meninggalkanku kembali. Tapi, apakah sepulang dari jogja kamu masih ingat aku? Semoga saja. Iya, aku masih bisa berprasangka baik kepadamu karena selama kamu disana aku dan kamu masih bisa berkomunikasi meskipun hanya lewat sms dan telpon. Gak masalah selama kamu masih menyediakan waktu untukku.

Mungkin memang sudah kebiasaanmu memberi kejutan kepada orang - orang disekitarmu. Dan mungkin aku adalah orang yang kesekian dari orang - orang yang meneriman kejutan itu. Nggak salah, nggak ada yang salah dari semua itu. aku juga nggak memikirkan kalo kamu yang katanya masih di rumah kakakmu di jogja tiba - tiba berdiri di depan rumahku. Di depan pintu.

Nggak bisa di ungkapin lewat kata - kata senengnya. Terakhir kita ketemu sebelum hari raya. Iya, nggak kebayang kangen itu seperti apa. Tapi, hari itu semuanya terobati, tergantikan karena kejutanmu yang selalu membuatku tersenyum.. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 11 Januari 2014

Kejutan keberapa, akupun tak bisa menghitungnya..

Aku ingat betul, waktu kamu mengirim pesan pertama-mu semenjak perpisahan kita setahun lebih dulu. Yang semua isinya tertuju pada pagi hingga sore itu. Kebetulan setelah kejadian itu, aku berpikir mungkin kamu akan menghubungiku. Benar ternyata. Kamu sms aku, malem - malem hingga akhirnya aku gak jadi tidur sampek kita mengakhiri sms di malem itu. Aku gak pernah memikirkan kalo akhirnya kita akan dekat kembali.

Lagi - lagi aku hanya berpikir positif tentang itu semua. Aku gak tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu? tapi, aku juga tidak ingin membahasnya. Biarlah itu semua menjadi rahasia-mu. Semenjak waktu itu, kita sangat intens berkomunikasi. Sampai akhirnya kamu bilang kalo kamu masih merasakan perasaan setahun yang lalu itu. Sungguh kaget mendengar kamu mengatakan itu semua. Apa iya? bahkan statusmu saja baru berubah. Bagaimana mungkin?? ahhh kamu membuatku memutar otak 360 derajat.

Kamu yang hadir kembali dihidupku, kamu memutuskan bersamaku. Tapi, aku tahu tidak akan semudah yang kamu katakan kepadaku. Aku mengikuti permainanmu, sampai dimana dan akan berakhir seperti apa. Memang tidak mudah ternyata. Tapi aku menghargai usahamu.

Ohhh,, kamu akan meninggalkanku kembali. Tapi, apakah sepulang dari jogja kamu masih ingat aku? Semoga saja. Iya, aku masih bisa berprasangka baik kepadamu karena selama kamu disana aku dan kamu masih bisa berkomunikasi meskipun hanya lewat sms dan telpon. Gak masalah selama kamu masih menyediakan waktu untukku.

Mungkin memang sudah kebiasaanmu memberi kejutan kepada orang - orang disekitarmu. Dan mungkin aku adalah orang yang kesekian dari orang - orang yang meneriman kejutan itu. Nggak salah, nggak ada yang salah dari semua itu. aku juga nggak memikirkan kalo kamu yang katanya masih di rumah kakakmu di jogja tiba - tiba berdiri di depan rumahku. Di depan pintu.

Nggak bisa di ungkapin lewat kata - kata senengnya. Terakhir kita ketemu sebelum hari raya. Iya, nggak kebayang kangen itu seperti apa. Tapi, hari itu semuanya terobati, tergantikan karena kejutanmu yang selalu membuatku tersenyum.. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar