Sabtu, 11 Januari 2014

Kamu yang Menginginkan..

Untuk kamu pria-ku yang selalu aku banggakan. Katakan jika aku salah, salah telah menyayangimu. Katakan apabila aku salah, salah telah memungutmu. Tapi, teriakkan jika aku benar, benar telah memperjuangkanmu. Teriakkan apabila aku benar, benar telah mempertahankanmu. Selama dirimu memintaku untuk selalu ada. Aku akan berada disisimu. Selama dirimu masih memintaku untuk tetap bertahan. Akan aku lakukan. Tapi, aku tidak akan memaksamu jika dirimu telah lelah bersamaku. Wahai pria-ku, aku mencintaimu sampai saat ini.

Untuk kamu pria-ku yang selalu aku hormati. Aku hanya manusia biasa, yang mempunyai dosa. Sering kali aku khilaf mengartikan keberadaanmu diluar sepengetahuanku. Aku menyayangimu, sungguh aku takut kamu yang aku rindu sedang bersama wanita lain di luar sana. Apakah kamu juga merasakan ketakutan ini? malam ini kita sedang jauh. Terpisah dalam jarak 40 kilometer. Aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan sekarang. Aku berharap kamu juga memikirkanku di sana. Karna disini, aku sedang memikirkanmu.

Untuk kamu pria terhebatku. Meskipun akhir - akhir ini aku sering memarahimu karna tuduhanku yang menurutmu nggak jelas. Itu semua diluar kendaliku. Terlalu takut untukku kehilanganmu. Iya, kehilanganmu kembali seperti dulu yang belum sempat memilikimu. Aku mengerti kamu yang jauh dari penglihatanku. Mengertikah kamu kasihku? Aku disini tetap menyayingimu, seindah apapun bahagiamu dulu. Katamu kemarin. Kamu tidak membutuhkan masa lalumu, aku yang kamu butuhkan. Aku yang kamu mau, cuma aku katamu. Apa benar??? sedangkan kamu disana masih saja sama, tetap sama. Apa aku harus bersikap dingin terus menerus, agar kamu mengerti semua ini? Iya, sepertinya kamu ingin begitu.

Aku masih ingin memarahimu. Karena pada saat itu, kau menunjukkan kepedulian itu, kasih sayang itu. Tapi, hanya di waktu itu saja. Hampir tiap hari kita bertemu. Suatu hari nanti, kamu harus mengerti apabila aku tidak lagi bersikap seperti hari - hari biasanya. Karena saat itulah waktu-mu yang harus mengerti keadaan yang sebenarnya.

Mengertilah Sayaang. Tidak setiap hari aku mempunyai rasa sabar yang tinggi. Aku manusia biasa, sama sepertimu. Aku hanya mencoba untuk menyimpan kekesalanku atas sikapmu. Aku menyayangimu, menyayangi setiap sikapmu bahkan yang paling aku benci sekalipun. Aku tidak menuntutmu sempurna untukku, aku hanya ingin kamu mengetahui sesuatu yang belum kamu mengerti. Satu hal yang ingin aku katakan, tapi yang selalu terkunci dari mulutku didepanmu. Kapan kau ingin berubah seperti yang biasa kau katakan. Bukan hanya kamu yang ingin diperhatikan, dan dicintai. Mengertilah sedikit, jika kamu susah untuk mengerti itu. Katakanlah, aku tidak memaksamu. Tapi, akupun tidak pernah memaksamu untuk tetap bersamaku. Karena kamu-lah yang memintaku untuk tetap tinggal. Iya, seharusnya ini yang harus kamu ingat Sayaang. Kamu yang memintaku untuk tetap tinggal!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 11 Januari 2014

Kamu yang Menginginkan..

Untuk kamu pria-ku yang selalu aku banggakan. Katakan jika aku salah, salah telah menyayangimu. Katakan apabila aku salah, salah telah memungutmu. Tapi, teriakkan jika aku benar, benar telah memperjuangkanmu. Teriakkan apabila aku benar, benar telah mempertahankanmu. Selama dirimu memintaku untuk selalu ada. Aku akan berada disisimu. Selama dirimu masih memintaku untuk tetap bertahan. Akan aku lakukan. Tapi, aku tidak akan memaksamu jika dirimu telah lelah bersamaku. Wahai pria-ku, aku mencintaimu sampai saat ini.

Untuk kamu pria-ku yang selalu aku hormati. Aku hanya manusia biasa, yang mempunyai dosa. Sering kali aku khilaf mengartikan keberadaanmu diluar sepengetahuanku. Aku menyayangimu, sungguh aku takut kamu yang aku rindu sedang bersama wanita lain di luar sana. Apakah kamu juga merasakan ketakutan ini? malam ini kita sedang jauh. Terpisah dalam jarak 40 kilometer. Aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan sekarang. Aku berharap kamu juga memikirkanku di sana. Karna disini, aku sedang memikirkanmu.

Untuk kamu pria terhebatku. Meskipun akhir - akhir ini aku sering memarahimu karna tuduhanku yang menurutmu nggak jelas. Itu semua diluar kendaliku. Terlalu takut untukku kehilanganmu. Iya, kehilanganmu kembali seperti dulu yang belum sempat memilikimu. Aku mengerti kamu yang jauh dari penglihatanku. Mengertikah kamu kasihku? Aku disini tetap menyayingimu, seindah apapun bahagiamu dulu. Katamu kemarin. Kamu tidak membutuhkan masa lalumu, aku yang kamu butuhkan. Aku yang kamu mau, cuma aku katamu. Apa benar??? sedangkan kamu disana masih saja sama, tetap sama. Apa aku harus bersikap dingin terus menerus, agar kamu mengerti semua ini? Iya, sepertinya kamu ingin begitu.

Aku masih ingin memarahimu. Karena pada saat itu, kau menunjukkan kepedulian itu, kasih sayang itu. Tapi, hanya di waktu itu saja. Hampir tiap hari kita bertemu. Suatu hari nanti, kamu harus mengerti apabila aku tidak lagi bersikap seperti hari - hari biasanya. Karena saat itulah waktu-mu yang harus mengerti keadaan yang sebenarnya.

Mengertilah Sayaang. Tidak setiap hari aku mempunyai rasa sabar yang tinggi. Aku manusia biasa, sama sepertimu. Aku hanya mencoba untuk menyimpan kekesalanku atas sikapmu. Aku menyayangimu, menyayangi setiap sikapmu bahkan yang paling aku benci sekalipun. Aku tidak menuntutmu sempurna untukku, aku hanya ingin kamu mengetahui sesuatu yang belum kamu mengerti. Satu hal yang ingin aku katakan, tapi yang selalu terkunci dari mulutku didepanmu. Kapan kau ingin berubah seperti yang biasa kau katakan. Bukan hanya kamu yang ingin diperhatikan, dan dicintai. Mengertilah sedikit, jika kamu susah untuk mengerti itu. Katakanlah, aku tidak memaksamu. Tapi, akupun tidak pernah memaksamu untuk tetap bersamaku. Karena kamu-lah yang memintaku untuk tetap tinggal. Iya, seharusnya ini yang harus kamu ingat Sayaang. Kamu yang memintaku untuk tetap tinggal!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar