Apapun masalahmu, ceritakan semuanya kepada Allah. Karena Allah-lah yang paling mengerti dan memahami masalahmu..
Itu yang selalu aku ingat, apapun masalahku Allah pasti mendengarnya. Mungkin kamu mengenalku bahwa aku hanya diam saja, karena semuanya telah aku ungkapkan kepada Allah. Disaat semuanya menjauh, Allah tetap disisiku. Disaat semuanya berubah, Allah yang menguatkanku. Disaat semuanya semakin nggak jelas, hanya Allah yang menerangi pagiku sampai aku terbangun kembali. Aku marah, tapi aku hanya akan diam karena meskipun aku berlisan nggak akan merubah keadaan.
Mungkin kamu yang disana sekarang sedang asyik bermesra-mesraan berdua atau bermesraan lewat pesan pendek, pesan yang tapi isinya berlembar - lembar. Aku yakin, bahwa inilah petunjuk dari Allah yang paling jelas. Iya, setelah aku tahu faktanya!
Memang mulut yang manis pintar berucap yang manis juga. Tapi, yang bodoh adalah diri yang menerima ucapan itu. Kenapa kamu lebih mencintai dia ketimbang tuhanmu? Tahu nggak sih, Allah itu cemburu kalau kamu membagi cintamu yang harusnya untuk Allah, kamu bagi kadarnya untuk orang yang masih belum tentu dia jodohmu atau bukan?
Untuk apa kamu menangisi orang yang menurut Allah hal itu nggak harus kamu lakukan. Berpikirlah dengan baik, apa dia yang kamu cintai selama ini membahagiakan kamu? Lebih banyak mana bahagiamu atau sedihmu? Jika kamu tahu jawabannya, kamu juga telah mengetahui jawaban untukmu dan apa yang harus kamu lakukan.
Itu juga yang sering terlintas dipikiranku. Banyak mana bahagiaku atau sedihku?? Setelah berpikir keras. Terjawab sudah, lebih banyak sedihnya. Apakah ini adalah jawaban Allah dari semua doa - doaku? Apakah Allah mengirimkan jawaban dengan cara seperti itu? Seperti kemarin? Yang mengerikan itu??? Mungkin IYA..
Dan setelah tahu -Fakta- itu, harusnya aku lebih tenang karena aku nggak lagi bertanya - tanya apa yang dia rasakan. Meskipun menyakitkan, inilah yang terbaik untukku, inilah yang Allah tunjukkan kepadaku. Dan InsyaALLAH akan aku jalani seikhlas - ikhlasnya. Iya, IKHLAS satu - satunya jalan agar hatiku tenang dan fokus untuk memperbaiki diri kepada Allah.
tidak peduli apa kata mereka yang tidak menyukai saya. saya adalah saya. bukan kamu, dia, atau mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sabtu, 02 November 2013
Inilah jalannya
Apapun masalahmu, ceritakan semuanya kepada Allah. Karena Allah-lah yang paling mengerti dan memahami masalahmu..
Itu yang selalu aku ingat, apapun masalahku Allah pasti mendengarnya. Mungkin kamu mengenalku bahwa aku hanya diam saja, karena semuanya telah aku ungkapkan kepada Allah. Disaat semuanya menjauh, Allah tetap disisiku. Disaat semuanya berubah, Allah yang menguatkanku. Disaat semuanya semakin nggak jelas, hanya Allah yang menerangi pagiku sampai aku terbangun kembali. Aku marah, tapi aku hanya akan diam karena meskipun aku berlisan nggak akan merubah keadaan.
Mungkin kamu yang disana sekarang sedang asyik bermesra-mesraan berdua atau bermesraan lewat pesan pendek, pesan yang tapi isinya berlembar - lembar. Aku yakin, bahwa inilah petunjuk dari Allah yang paling jelas. Iya, setelah aku tahu faktanya!
Memang mulut yang manis pintar berucap yang manis juga. Tapi, yang bodoh adalah diri yang menerima ucapan itu. Kenapa kamu lebih mencintai dia ketimbang tuhanmu? Tahu nggak sih, Allah itu cemburu kalau kamu membagi cintamu yang harusnya untuk Allah, kamu bagi kadarnya untuk orang yang masih belum tentu dia jodohmu atau bukan?
Untuk apa kamu menangisi orang yang menurut Allah hal itu nggak harus kamu lakukan. Berpikirlah dengan baik, apa dia yang kamu cintai selama ini membahagiakan kamu? Lebih banyak mana bahagiamu atau sedihmu? Jika kamu tahu jawabannya, kamu juga telah mengetahui jawaban untukmu dan apa yang harus kamu lakukan.
Itu juga yang sering terlintas dipikiranku. Banyak mana bahagiaku atau sedihku?? Setelah berpikir keras. Terjawab sudah, lebih banyak sedihnya. Apakah ini adalah jawaban Allah dari semua doa - doaku? Apakah Allah mengirimkan jawaban dengan cara seperti itu? Seperti kemarin? Yang mengerikan itu??? Mungkin IYA..
Dan setelah tahu -Fakta- itu, harusnya aku lebih tenang karena aku nggak lagi bertanya - tanya apa yang dia rasakan. Meskipun menyakitkan, inilah yang terbaik untukku, inilah yang Allah tunjukkan kepadaku. Dan InsyaALLAH akan aku jalani seikhlas - ikhlasnya. Iya, IKHLAS satu - satunya jalan agar hatiku tenang dan fokus untuk memperbaiki diri kepada Allah.
Itu yang selalu aku ingat, apapun masalahku Allah pasti mendengarnya. Mungkin kamu mengenalku bahwa aku hanya diam saja, karena semuanya telah aku ungkapkan kepada Allah. Disaat semuanya menjauh, Allah tetap disisiku. Disaat semuanya berubah, Allah yang menguatkanku. Disaat semuanya semakin nggak jelas, hanya Allah yang menerangi pagiku sampai aku terbangun kembali. Aku marah, tapi aku hanya akan diam karena meskipun aku berlisan nggak akan merubah keadaan.
Mungkin kamu yang disana sekarang sedang asyik bermesra-mesraan berdua atau bermesraan lewat pesan pendek, pesan yang tapi isinya berlembar - lembar. Aku yakin, bahwa inilah petunjuk dari Allah yang paling jelas. Iya, setelah aku tahu faktanya!
Memang mulut yang manis pintar berucap yang manis juga. Tapi, yang bodoh adalah diri yang menerima ucapan itu. Kenapa kamu lebih mencintai dia ketimbang tuhanmu? Tahu nggak sih, Allah itu cemburu kalau kamu membagi cintamu yang harusnya untuk Allah, kamu bagi kadarnya untuk orang yang masih belum tentu dia jodohmu atau bukan?
Untuk apa kamu menangisi orang yang menurut Allah hal itu nggak harus kamu lakukan. Berpikirlah dengan baik, apa dia yang kamu cintai selama ini membahagiakan kamu? Lebih banyak mana bahagiamu atau sedihmu? Jika kamu tahu jawabannya, kamu juga telah mengetahui jawaban untukmu dan apa yang harus kamu lakukan.
Itu juga yang sering terlintas dipikiranku. Banyak mana bahagiaku atau sedihku?? Setelah berpikir keras. Terjawab sudah, lebih banyak sedihnya. Apakah ini adalah jawaban Allah dari semua doa - doaku? Apakah Allah mengirimkan jawaban dengan cara seperti itu? Seperti kemarin? Yang mengerikan itu??? Mungkin IYA..
Dan setelah tahu -Fakta- itu, harusnya aku lebih tenang karena aku nggak lagi bertanya - tanya apa yang dia rasakan. Meskipun menyakitkan, inilah yang terbaik untukku, inilah yang Allah tunjukkan kepadaku. Dan InsyaALLAH akan aku jalani seikhlas - ikhlasnya. Iya, IKHLAS satu - satunya jalan agar hatiku tenang dan fokus untuk memperbaiki diri kepada Allah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar