Seberapa besar kau mencintaiku? Entahlah aku juga bingung jika
mengukur sedalam apa cinta yang kau berikan untukku. Atau bahkan tidak dalam
sama sekali. Berbagai penjelasan yang biasa kau cari – cari, yang biasa kau ada – ada tidak membuatku heran
dan bertanya – tanya lagi. Karena memang aku sudah bosan, aku sudah lelah
mendengarkannya. Dan karena aku mengerti apa yang kau bualkan yang selama
berjam – jam sampai berbusa itu, semuanya memang hanyalah bualan semata. Sungguh
bodoh telingaku mendengarkan kebohongan yang kau ucapkan dari mulutmu. Dan sungguh
kau tidak pernah merasa lelah dengan semua yang telah kau ceritakan itu. Bualan
pahit itu.
Mungkin kau menganggapku, aku mempercayaimu. Tapi jangan
salah, aku mempunyai cara tersendiri untuk memberikan kebohongan padamu. Kebohongan
yang tentunya tidak akan melebihi dirimu. Aku yang mungkin mendengarkannya,
hanya diam saja dan diam kembali. Tapi, tidakkah dirimu ingin berhenti
membicarakan kebohongan itu?? Sungguh aku jijik mendengarkannya lagi. Bodohnya
lagi, mengapa aku jatuh disinggasana cintamu yang seharusnya tidak aku lakukan.
Aku tidak ingin mendengarkannya kembali, tapi bagaimana caraku untuk
mengungkapkannya? Jika dirimu terus menerus membual sampai – sampai tak ada
kesempatan untukku mengeluarkan suara..
Tapi aku tidak heran, mengapa dirimu seperti itu? Karena kau
butuh perhatian bukan? Kau butuh kasih sayang yang menurutmu akan kau dapatkan
dari bualan yang telah kau usahakan semanis mungkin itu? Mungkin juga kau tidak ingin disalahkan dari apa yang sudah kau lakukan. Jadi, kau meyakinkanku bahwa kau tidak seperti apa yang aku pikirkan. Jangan salah, kamu
tidak pernah mendapatkannya. Aku bukan recorder yang bisa kau ajak curhat
selama yang kau mau. Aku bukan pemikir kecil yang bisa kau bohongi seenak jidatmu. Telingaku juga bisa jenuh dan bosan mendengar suaramu. Pikiranku juga sudah malas berpikir tentang apa yang kau bohongi, kau lakukan dibelakangku. Boleh
sedikit berbohong kepadaku, tapi caramu yang setiap hari mencari kebohongan itu
bukan cara untuk membuatku simpatik kepadamu. Melainkan telingaku menjadi geli
mendengarkannya..
Wahai lelaki yang senang berbual manis ditelinga. Kalian tidak
perlu berkata apa yang tidak ada menjadi ada. Sungguh wanita tidak menyukai
cara seperti itu. Apa kalian pikir, berbohong dapat menyenangkan hati wanitamu?
Justru itu adalah bom nuklir baginya. Sedikit berkata jujur dan apa adanya
lebih baik dari seribu kata tapi ingkar. Cintai dan sayangi wanitamu dengan
cara yang baik, percaya atau tidak kau akan mendapatkan kebaikan pula. Hati wanita
selembut sutra, jika kau sengaja membuatnya rusak percayalah hati itu akan
teriris penuh dengan luka bahkan air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar