Minggu, 03 November 2013

Selamat tinggal Abi.. :)

Sms itu, akan aku simpan dan nggak akan aku hapus sampai kapanpun. Sms ini yang kemarin membuatku bertahan, membuatku tetap mengaharapkanmu. Dan sekarang, hal itu telah menjadi harapan yang terbawa angin.

Meskipun bisa saja kamu hanya ingin menyenangkan hatiku dan kamu terpaksa bales smsku dengan kalimat yang seperti itu. Tapi, aku nggak ngerasain dari sikapmu, aku yang kamu mau. Sampek kejadian pulang dari rumah salah satu temen kita, hpmu ketinggalan di motorku. Iya, aku beranikan melihat semua isi di hapemu. Dan ternyata,,,,, wow sudah seperti yang aku bayangkan. Tenang aja, aku nggak akan menceritakan detailnya di tempat ini. Tapi yang harus kamu tahu dari kejadian itu. Aku merasakan satu hal, yang mungkin kamu nggak akan pernah tau seperti apa rasanya. Sms ini yang selalu aku lihat, dan masih banyak sms yang lain tentang perasaan itu, yang dulu masih kamu rasakan.

Inget nggak, pertama kali kamu nyamperin dan nungguin aku keluar dari mesjid?? Yang aku rasakan, kamu masih perduliin aku, kamu masih mau ketemu aku meskipun sebentar karena nggak mungkin juga kita ngobrol berduaan di mesjid. Hehee
Dan, pas kejadian hape kmaren siang itu. Merubah semua sikapku ke kamu. Dan ternyata, sikapmu yang biasanya biasa - biasa saja, mulai malem itu di mesjid yang sama, (dan nggak tahu apakah kita akan bertemu kembali ditempat Allah yang suci) aku merasakan kamu yang dulu. Paginya, kamu yang maksa ikut aku ke kampus, nempel dari parkiran sampek turun lagi. Di kost apalagi, kayaknya kamu yang dulu sudah bener - bener kembali. Tapi, apa yang aku rasain sudah nggak sama, seperti yang aku rasain sebelum kejadian itu. Aku lelah, aku menyerah dari sikapmu yang terus menganggap diri ini tempat singgah. Tapi aku, yang selalu berharap kamu adalah rumah utama untukku nantinya.

Terimakasih Abi, aku akan selalu menghomatimu dari sini dari jauh. Akan terus mencintai dan menyayangimu dalam diam. Tapi untuk sekarang, alangkah lebih baiknya aku sendiri dulu tanpa kamu, belajar untuk mandiri tanpa nasehat dari kamu.

Terimakasih, hari kemaren itu adalah hari - hari yang nggak akan aku lupakan. Mas Ferdy, mas Iman, mas Ongky yang selalu support untuk terus bertahan dan bersabar ngadepin kamu. Nggak akan pernah bisa dilupain. Karena mengalah, bukan berarti kalah. Kalaupun kita berjodoh, semoga Allah mempersatukan kita dijalan Allah pula.

Sampai jumpa di kebahagiaan yang lainnya Abiku Sayaang.. ;))


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 03 November 2013

Selamat tinggal Abi.. :)

Sms itu, akan aku simpan dan nggak akan aku hapus sampai kapanpun. Sms ini yang kemarin membuatku bertahan, membuatku tetap mengaharapkanmu. Dan sekarang, hal itu telah menjadi harapan yang terbawa angin.

Meskipun bisa saja kamu hanya ingin menyenangkan hatiku dan kamu terpaksa bales smsku dengan kalimat yang seperti itu. Tapi, aku nggak ngerasain dari sikapmu, aku yang kamu mau. Sampek kejadian pulang dari rumah salah satu temen kita, hpmu ketinggalan di motorku. Iya, aku beranikan melihat semua isi di hapemu. Dan ternyata,,,,, wow sudah seperti yang aku bayangkan. Tenang aja, aku nggak akan menceritakan detailnya di tempat ini. Tapi yang harus kamu tahu dari kejadian itu. Aku merasakan satu hal, yang mungkin kamu nggak akan pernah tau seperti apa rasanya. Sms ini yang selalu aku lihat, dan masih banyak sms yang lain tentang perasaan itu, yang dulu masih kamu rasakan.

Inget nggak, pertama kali kamu nyamperin dan nungguin aku keluar dari mesjid?? Yang aku rasakan, kamu masih perduliin aku, kamu masih mau ketemu aku meskipun sebentar karena nggak mungkin juga kita ngobrol berduaan di mesjid. Hehee
Dan, pas kejadian hape kmaren siang itu. Merubah semua sikapku ke kamu. Dan ternyata, sikapmu yang biasanya biasa - biasa saja, mulai malem itu di mesjid yang sama, (dan nggak tahu apakah kita akan bertemu kembali ditempat Allah yang suci) aku merasakan kamu yang dulu. Paginya, kamu yang maksa ikut aku ke kampus, nempel dari parkiran sampek turun lagi. Di kost apalagi, kayaknya kamu yang dulu sudah bener - bener kembali. Tapi, apa yang aku rasain sudah nggak sama, seperti yang aku rasain sebelum kejadian itu. Aku lelah, aku menyerah dari sikapmu yang terus menganggap diri ini tempat singgah. Tapi aku, yang selalu berharap kamu adalah rumah utama untukku nantinya.

Terimakasih Abi, aku akan selalu menghomatimu dari sini dari jauh. Akan terus mencintai dan menyayangimu dalam diam. Tapi untuk sekarang, alangkah lebih baiknya aku sendiri dulu tanpa kamu, belajar untuk mandiri tanpa nasehat dari kamu.

Terimakasih, hari kemaren itu adalah hari - hari yang nggak akan aku lupakan. Mas Ferdy, mas Iman, mas Ongky yang selalu support untuk terus bertahan dan bersabar ngadepin kamu. Nggak akan pernah bisa dilupain. Karena mengalah, bukan berarti kalah. Kalaupun kita berjodoh, semoga Allah mempersatukan kita dijalan Allah pula.

Sampai jumpa di kebahagiaan yang lainnya Abiku Sayaang.. ;))


Tidak ada komentar:

Posting Komentar